ASI

Puasa dan Menyusui

Tahun lalu, saya memutuskan tidak ikut puasa Ramadhan karena si bayi masih berumur 1 bulan dan saya takut ASI saya tidak cukup apabila berpuasa. Tahun ini, saya memutuskan untuk ikut puasa Ramadhan karena utang tahun lalu belum dibayar si bayi sudah menjadi toddler dan ASI bukanlah lagi sumber makanan utamanya seperti tahun lalu.

Awal Ramadhan tahun ini, anak saya berusia 1 tahun 2 minggu dan masih ASI. Gigi ke ke 7 dan 8 nya sedang mau tumbuh, jadi makannya agak susah dan rewel dan manja – jadi minta nenen lebih sering. Hari pertama puasa, walaupun sudah saur dengan menu lengkap dan banyak, mulai dari siang saya merasa pusing dan lemas (pas banget weekend, which si toddler jadi manja maunya nenen terus). Entah karena kaget sudah hampir 2 tahun tidak berpuasa, atau sugesti diri kurang kuat, ditambah anak yang rewel dan minta nenen terus (cadangan makanan saya jadi disedot terus :p). Saat sore hari saya merasa sangat lemas, dan merasa ASI saya sudah habis disedot (tapi setelah di cek ternyata masih keluar sih – kebiasaan jelek, insecure). Akhirnya saya memutuskan untuk bikin Teh ASI Booster, untuk diminum saat berbuka. Memang ini sudah jadi plan cadangan, kalau ternyata puasa cukup menguras ASI saya.

Tibalah saatnya berbuka hari pertama, dimana semua takjil kayaknya mau dimakan πŸ˜€ Saya makan banyak, untuk menghilangkan lemas, dan mengembalikan produksi ASI saya. Setelah itu saya minum teh ASI booster nya, yang aromanya sangat khas jamu, tapi pas saya minum rasanya seperti teh biasa, tidak pahit seperti jamu yang diceritakan teman-teman saya. Ternyata, saya bikin tehnya salah takaran :)) Seharusnya 1 sdm direbus di 500ml air, saya malah 1 sdm direbus di 1L air. Mungkin disitulah rasa jamunya jadi hilang πŸ˜€ Dan jadi gatau deh apakah akan ada efeknya di badan kalau salah bikin gini :))

Sepulang tarawih, saya makan lagi dengan porsi yang sama seperti berbuka, begitu juga saat saur. Alhamdulillah, puasa hari kedua terasa jauh lebih ringan. Tidak terasa pusing atau lemas sama sekali, dan saya merasa ASI saya cukup sampai berbuka. Jadi teh ASI Booster nya tidak saya minum lagi.

Hari ketiga puasa, mulai kembali bekerja dan pumping di kantor. Dengan tetap makan 3x sehari (saur, buka, setelah tarawih) dan dengan menu lengkap (nasi, sayur, protein, buah), dan minum air putih yang banyak, alhamdulillah hasil pumping tidak berkurang, sama dengan seperti sebelum puasa πŸ™‚ Bahkan di hari ke-7 puasa, hasil pumping saya lebih banyak 50ml πŸ˜€ Saya kurang tau apa yang bisa bikin hasil pumpingnya lebih banyak saat itu, curiga saya hanya 2:

  • Hari sebelumnya, saya tiba-tiba ingin sekali makan KFC, dan alhamdulillah dibelikan untuk berbuka.
  • Saat saur, saya makan sayur katuk. Setelah dari hari pertama puasa saya hanya makan sayur bayam.

Jadi, entah karena ngidam yang kesampean jadi bahagia dan menambah hormon oksitosin, atau karena sayur katuk (?)

Berikut tips buat ibu-ibu yang mau tetap sukses menyusui di bulan puasa (ala saya):

  • Tetap makan 3x (saat saur, buka, dan sepulang tarawih), dengan porsi makan yang sama dengan sehari-hari. Kalau saya sih bahkan lebih, karena pas buka pasti nambah nasi :)) Belum lagi takjil dan cemilannya. Yaa pokoknya mengikuti kebiasaan makan pas lagi nggak puasa aja πŸ˜€
  • Makan yang sehat. Boleh ditambah makanan ga sehat yang bikin bahagia, selama yang sehat sudah terpenuhi. Misal: wajib makan sayur dan buah, kalau mau tambah gorengan boleh, asal sayur dan buah sudah dimakan. Jangan sampai kenyang gorengan jadi tidak makan sayur #curhat
  • Minum yang banyak. Kalau saya, 1.5L sehari. Jadi patokannya pakai botol 1.5L, pas saur harus habis setengah, pas buka harus habis semua sisanya, lebih banyak lebih baik.
  • Istirahat yang cukup. Memang sih, mumpung Ramadhan maunya diisi ibadah terus ya, sayang kalau tidur. Tapi jangan dipaksakan πŸ™‚ Kalau udah capek dan ngantuk, ya istirahat.
  • Tetap menyusui dan pumping. Karena kalau enggak, malah bahaya. Nanti menstimulus otak kalau kita udah ga butuh ASI. Nanti malah kering 😦 Jadi harus tetep menyusui (buat yang di rumah) dan tetep pumping (buat yang kerja) yaa jangan males!
  • Jangan kebanyakan mikir “ASI saya masih ada ga ya?”. Yakin aja pasti masih ada. Selama masih dikeluarkan (menyusui/pumping) insyaAllah aman #curhat
  • Tetap bahagia!! Itulah sumber utama sukses menyusui πŸ™‚

Sekarang mau sekalian bahas bayar qodho dan fidyahnya:


Tahun lalu, saya jatuh di tabel khawatir akan bayinya saja. Karena saya sehat, saya yakin saya kuat puasa, tapi takut ASI nya tidak cukup untuk bayi. Jadi saya wajib bayar qodho (puasa ganti) dan juga bayar fidyah.

Cara baca tabelnya mudah kok, lihat yang bagian kanan saja (nomor 6 dan 7). Pilih kondisi terdekat, terus lihat tandanya. Centang berarti wajib, silang berarti tidak wajib.

Sekian sharing dan sedikit curhat dari ibu menyusui πŸ˜€

Happy fasting, mommies!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s