ASI

Cerita ASI – Power Pumping

Ini sebenernya lanjutan cerita sebelah, disana curhat lagi males pumping, disini mau cerita tips and trick nambah jumlah produksi ASI yang lumayan efektif (berdasarkan pengalaman gue pribadi) pada masa males pumping tersebut.

Disclaimer: Sekali lagi, ini cerita pengalaman pribadi. Belum tentu kalau dilakukan sama kamu kamu yang baca, efeknya bakal sama yaa. Just sharing πŸ™‚

Semenjak males pumping, payudara gue jadi jarang bengkak dan jarang bocor tumpe tumpe. Ada enaknya, jadi ga boros breast pad dan ga boros daster (kalo lagi penuh banget dan bocor, kadang semalem bisa ganti daster 2x). Tapi ada gaenaknya, gue jadi insecure. Tiap si bayi nenen, gue selalu was-was takut ASI nya kurang atau habis atau bahkan kering (nauzubillahiminzalik).

Gue pernah denger tentang power pumping pas lagi awal-awal belajar ASI dan menyusui. Cuma pas awal itu kan belom butuh-butuh amat, jadi ya ga dipelajari lebih lanjut. Ternyata, di kemudian hari (saat gue lagi males pumping ini), gue menjalankan power pumping secara tidak sengaja :)) Dan berhasil! Gue pun baru sadar kalau ternyata gue habis melakukan power pumping setelah seminggu :))

Jadi, apa sih power pumping itu? Menurut mbah google, power pumping itu adalah melakukan stimulasi supply dan demand ASI dengan memompa payudara dalam rentang waktu yang pendek-pendek. Ngerti nggak bahasa gue yang super ngarang barusan? :)) Intinya, kita bikin stimulasi ke payudara dan otak kita, kasih tau kalo “anak gue butuh ASI banyak nih, buruan yaa produksinya!”, ya semacam itulah… Jadi kita melakukan pengosongan payudara secara terus menerus, agar si otak berfikir kalau kita butuh ASI dan si payudara akan cepat memproduksi ASI lagi.

Contoh power pumping: dalam rentang waktu 1 jam, lakukan pompa selama 20 menit, terus istirahat 10 menit; lakukan pompa lagi selama 10 menit, terus istirahat 10 menit; lakukan lagi pompa 10 menit, lalu selesai. Lakukan hal ini beberapa kali sehari, dan lakukan dalam beberapa hari di jam-jam yang sama secara konsisten. Nah, dalam 3-7 hari (tiap orang beda-beda yaa), insyaAllah produksi ASI kita meningkat.

Sekarang gue mau share power pumping yang gue lakukan (secara tidak sengaja). Yang gue lakukan bukanlah pumping! Gue bahkan sama sekali nggak pumping :p Cuma hasilnya dan prosesnya bisa dikategorikan sebagai power pumping πŸ˜€

Jadi gue sempet cuti kerja seminggu, dan traveling ke Jepang sama si anak bayi selama seminggu penuh. This is ternyata my kind of power pumping yang lumayan effective (yak nilai bahasa indonesia saya 30/100) hahaha. Selama jalan-jalan itu, pastinya gue menyusui langsung. Karena gue gapernah pergi bawa-bawa ASIP, termos, dot, warmer, apalah itu semua perlengkapan perASIPan…..gapernah. Ribettt. Kalo pergi-pergi modal gue cuma buka baju kasih tete :)) Walaupun cuma ke mall juga ga pernah bawa-bawa perintilan pumping, nginep aja gapernah bawa. Pokoknya gue cuma pumping di kantor. Pumping di rumah cuma kalo bengkak banget (kalo bengkak aja, ya enggak pumping). Gue selalu mengutamakan direct breastfeeding kalau lagi sama si bayik, kapanpun, dimanapun, kondisi apapun. Lahhh ini kenapa jadi cerita yang lain, ga nyambung maafin ya ._.

Oke, jadi intinya, gue melakukan direct breastfeeding selama seminggu penuh, setiap si bayi minta (sesuai demand). Selama seminggu jalan-jalan itu, sebenernya gue insecure banget, karena payudara gue kempes mulu. Gue takut banget tiba-tiba si bayi ngamuk karena ASI nya ga keluar… Tapi alhamdulillah ga kejadian sih. Sekempes-kempesnya, pas gue cek masih selalu keluar ASI nya. Efek direct breast feeding seminggu full itu, baru terlihat pas gue kembali bekerja dan kembali pumping. Hasil pompa (yang sehari cuma sekali biasanya dapet 300ml), nambah 50ml! Itupun belom semuanya gue pompa, belom maksimal…soalnya males, kalo udah pumping 15 menit rasanya udah cukup, padahal masih ada sisa (jangan ditiru T_T). Nah ternyata kemalasan untuk pompa sampai habis tak bersisa ini berdampak lagi sama produksi jumlah ASI. Minggu depannya, hasil pumping kembali hanya 3 botol (dan baru nyesel lagi sekarang – kan cuti seminggu baru dapet lagi nanti pas lebaran!).

Jadi begitu. Inti tulisan ini adalah:

  • Kalo mau nambah produksi jumlah ASI, coba lakukanlah direct breastfeeding secara terus menerus (pagi siang sore malam) selama beberapa hari
  • Kalo hasil produksi (supply) sudah meningkat, harap dipertahankan, jangan males pumping!!

Sebagai pegawai kantoran, untuk masalah menyusui kadang suka iri sama yang jadi ibu rumah tangga πŸ™‚ Bisa menyusui langsung sepuasnya. Kalau saya hanya bisa saat malam hari saja menyusui sepuasnya. Kapan ya pemerintah kasih cuti menyusui 2 tahun :)) #ngarep #plak

Tapi kalo jadi ibu rumah tangga, gatau juga sih apakah gue akan sanggup menyusui langsung sambil mengurusΒ rumah dan keluarga? Hihihi #curhat

Sekian. Semoga bermanfaat ya sharing kali ini πŸ™‚

Happy direct breastfeeding, mommies!!

Cerita ASI lain:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s